BERITASIBER.COM – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (PPKASN) resmi meluncurkan Setneg Economic Competency Acceleration Program (SECAP) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bidang analisis ekonomi dan penyusunan rekomendasi kebijakan publik yang berkualitas, adaptif, serta berbasis data.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026), dan dihadiri oleh para pejabat Kemensetneg, akademisi, praktisi ekonomi, serta perwakilan ASN dari berbagai kementerian dan lembaga.
Program SECAP 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Sekretariat Negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur agar mampu menjawab tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks.
Perubahan kondisi ekonomi global, perkembangan teknologi, serta dinamika sosial menuntut ASN memiliki kemampuan analisis yang lebih komprehensif sehingga mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui program ini, PPKASN menghadirkan sebuah ekosistem pembelajaran yang dirancang secara berkelanjutan. SECAP tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menghasilkan gagasan dan solusi terhadap berbagai isu ekonomi strategis yang dihadapi pemerintah.
SECAP 2026 terdiri atas tiga rangkaian utama yang saling terintegrasi. Pertama, Setneg Economic Forum, yang menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan antara ASN, akademisi, ekonom, serta para praktisi untuk membahas isu-isu ekonomi terkini dan prospek kebijakan nasional.
Kedua, Economic Fellowship Program, yaitu program pengembangan kompetensi yang memberikan kesempatan kepada ASN untuk memperdalam kemampuan analisis ekonomi melalui pendampingan, pembelajaran intensif, serta penyusunan policy paper yang dapat menjadi masukan dalam proses perumusan kebijakan pemerintah.
Ketiga, Economic Community of Practice, sebuah komunitas pembelajaran yang dibangun untuk memperkuat budaya berbagi pengetahuan, kolaborasi, serta pengembangan kapasitas secara berkelanjutan di lingkungan ASN. Melalui komunitas ini, peserta diharapkan dapat terus memperbarui wawasan, memperluas jejaring profesional, dan mengembangkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan kebijakan.





