Takaran Disunat hingga Dijual di Atas HET 

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketujuh produsen pemasok MinyaKita tersebut diduga memproduksi migor kemasan MinyaKita tidak sesuai takaran. Selain itu, di lapangan ditemukan harga MinyaKita dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Hasil investigasi yakusa.id, takaran MinyaKita yang diproduksi salah satu dari produsen pemasok MinyaKita itu, hanya berisi 800 mililiter (ml) untuk kemasan 1 liter. Dijual dengan harga Rp17 ribu per kemasan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu pedagang kelontong di Kecamatan Pamekasan, Fitriyani mengatakan, dirinya membeli MinyaKita takaran 1 liter dengan harga Rp17 ribu di salah satu pasar tradisional.

Dia mengaku kaget karena saat menakar minyak goreng kemasan MinyaKita itu justru tidak sampai satu liter.

“Ada yang 800 ml, juga ada yang 850 ml. Itu dari dua perusahaan yang berbeda,” terangnya, Sabtu (15/3/2025).

“Yang tertera di bungkusnya itu dari CV Oleindo Amana Sejahtera (OASE Indonesia), dan satunya dari Dan PT Karya Indah Alam Sejahtera (Kabupaten Gresik),” sambung Fitriyani.

Fitriani mengaku jika dirinya baru mengetahui hal itu dari para pelanggan di toko kelontongnya. Dia juga sempat mengajukan komplain ke salah satu pemasok MinyaKita di pasar tradisional, namun mereka mengaku mendapatkan MinyaKita dari distributor.

“Mereka juga bingung, dan juga beralasan sejak dulu takaran MinyaKita memang tak pernah sesuai dengan ukuran yang tertera di bungkus kemasan,” ujarnya.

Fitriani berharap kondisi tersebut segera ditangani oleh pemerintah. “Kalau bisa pemilik (Produsen) harus ditegur, kondisi ini jelas merugikan kami,” paparnya.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2