“Ini bukan sekadar tentang satu wartawan, tetapi tentang kehidupan dan hak-hak seluruh jurnalis. Kami bersatu untuk menegakkan hak-hak kami dan melawan segala bentuk intimidasi,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aksi damai ini menarik perhatian masyarakat sekitar, kata Shelli, yang turut memberikan dukungan. Beberapa warga yang melintas berhenti sejenak untuk mendengarkan orasi yang disampaikan.

“Ini menunjukkan solidaritas anti premanisme terhadap wartawan, berkumpulnya kami sebagai langkah perjuangan jurnalis dalam menjaga independensi dan keberanian dalam meliput berita,” tutupnya

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekretaris Kecamatan Cibodas, Riswan Setyo Kardinto, yang mewakili Camat, berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut dan berkomitmen untuk menjamin keamanan serta kenyamanan wartawan dalam menjalankan tugas mereka.

“Kami mendukung penuh kebebasan pers dan akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan insiden serupa tidak terulang,” ujarnya.

Aksi solidaritas ini tidak hanya memperkuat hubungan antar wartawan, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menghargai profesi jurnalis.

Dengan semangat persatuan, para wartawan berharap dapat mendorong perubahan positif dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan kondusif di masa mendatang.

Dalam menjalankan tugasnya, wartawan berpegang pada kode etik jurnalistik yang mengutamakan kebenaran, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, mereka berkomitmen untuk melaporkan fakta secara akurat dan berimbang, demi kepentingan publik. (red)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2