“Semuanya harus ada kajian. Ini yayasan tidak sosial, latar belakang sekolah ini juga begitu mahal uang sekolahnya orang tuanya juga mahal membayarnya. Pendidikan itu seharusnya tidak seperti itu, karena dia berbayar, ada deviden, uang profit disitu. Orang tua berhak mempertanyakan itu. Mereka itu butuh pelayanan dan perhatian juga dari sekolah,” sambungnya.
Selanjutnya, Joharis mengatakan jika terjadi perselisihan, wakil dan kepala sekolah harus Arif dan jangan sampai memecat sepihak.
“Jangan nanti menimbulkan serangan balik rasa tidak senang jadi bisa melaporkan rasa tidak senang dan sebagainya. Jika ada siswa melaporkan duluan ditindaklanjuti langsung memvonis itu tidak boleh,” katanya.
Joharis Lubis menyebut sekolah itu dibawah naungan Dinas Pendidikan ada jalurnya dan jangan seenak itu memberhentikan memecat sepihak.
“Kedua sisi harus dilihat dulu, jangan karena si pengadu duluan membuat pengaduan lalu yang teradu dianggap salah. Itu tidak boleh. Pendidikan harus netral, mendidik semua orang, bisa menanggapi semua orang bukan untuk satu pihak saja,” tegasnya.
Joharis menambahkan agar pihak sekolah memperhatikan semua pihak. Jangan karena satu pihak ini lebih dekat dengan sekolah, langsung didengar dan diputuskan bahwa pihak lainnya salah.
“Pendidikan sangat mahal, pendidikan harus hadir dalam hal ini, disinilah peran pemerintah harus hadir. Dunia Pendidikan ini jangan dirusak jangan sampai tercela, sangat kami sayangkan kejadian ini. Kami akan ke sekolah itu, kami akan investigasi akan wawancara dan penelitian ini harus tuntas kita kupas. Apa dan mengapa ini terjadi disekolah,” terangnya.
Sayangnya, seorang kepala sekolah bernama Mayo ketika dikonfirmasi awak media mengenai kasus ini hanya mengirimkan pesan agar awak media berkomunikasi dengan nomor handphone yang tertera.
“Terima kasih telah menghubungi kami. Kami menghargai perhatian Anda terhadap Sampoerna Academy. Namun, saya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan tanggapan lebih lanjut. Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan menghubungi perwakilan tim PR kami uthie@halohola.id atau di nomor +6281805131835. Mereka akan membantu Anda dan memberikan detail lebih lanjut terkait pertanyaan anda. Terima kasih,” ungkapnya
Sebagaimana diketahui, Sampoerna Academy yang berada di Komplek Citra Garden, Padang Bulan Medan diduga memecat sepihak pelajar kelas VIII yang ingin mengenyam pendidikan secara normal. Dugaan itu terjadi di tahun 2024 tepatnya Selasa (23/7/2024)
Penulis : Rizal Novianta
Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com





