LAMONGAN — Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., memimpin apel personel Rayon 6 di pertigaan Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Rabu (26/8/2026).
Apel tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi pergerakan dan potensi gesekan antarpenonton kegiatan Orkes Melayu yang digelar di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto mengatakan, apel dan penyekatan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas akibat pergerakan massa penonton menuju maupun meninggalkan lokasi pertunjukan. Menurutnya, kepolisian mengedepankan upaya pencegahan agar kegiatan hiburan masyarakat dapat berlangsung aman tanpa diwarnai keributan maupun gesekan antarkelompok.
“Kami melaksanakan apel Rayon 6 sebagai langkah antisipasi terhadap pergerakan penonton Orkes Melayu di wilayah Dukun, Gresik. Kami ingin memastikan tidak terjadi gesekan antarpenonton. Prinsipnya, kami berupaya menjaga situasi tetap sejuk, damai, aman, dan kondusif, baik sebelum, selama, maupun setelah pertunjukan berlangsung,” ujar AKP Joko Suprianto.
Apel Rayon 6 melibatkan personel dari sejumlah polsek yang berada dalam satu rayon pengamanan. Kegiatan tersebut melibatkan Polsek Brondong, Polsek Solokuro, Polsek Laren, dan Polsek Paciran. Personel ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai strategis untuk melakukan pemantauan serta mengantisipasi mobilitas masyarakat yang hendak menghadiri pertunjukan.
Pertigaan Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, dipilih sebagai salah satu titik pelaksanaan apel dan pengamanan karena menjadi bagian dari jalur yang perlu mendapat perhatian dalam rangka mengantisipasi pergerakan penonton. Personel yang telah disiapkan selanjutnya diarahkan untuk melaksanakan tugas sesuai ploting dan situasi di lapangan.
AKP Joko menjelaskan, pengamanan kegiatan masyarakat yang menghadirkan banyak penonton membutuhkan koordinasi lintas wilayah. Karena itu, keterlibatan personel dari beberapa polsek dalam Rayon 6 menjadi bagian penting untuk menyatukan langkah dalam melakukan pencegahan dan pengawasan.
“Kami tidak ingin pengamanan dilakukan setelah terjadi persoalan. Justru yang kami kedepankan adalah deteksi dini dan pencegahan. Personel akan melakukan pemantauan terhadap situasi dan apabila ditemukan potensi gangguan, segera dilakukan langkah-langkah sesuai prosedur,” jelasnya.
Selain mengantisipasi potensi gesekan antarpenonton, petugas juga memperhatikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di jalur yang dilalui masyarakat. Mobilitas kendaraan yang meningkat saat berlangsungnya pertunjukan dapat menimbulkan kepadatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.





