LAMONGAN — Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., memimpin apel pengamanan kegiatan masyarakat di Lapangan Telogo Ploso, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Rabu (26/8/2026).
Pengamanan tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama pertunjukan hiburan Orkes Melayu Adella dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto mengatakan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk pelayanan sekaligus upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga yang hadir. Menurutnya, kegiatan hiburan dengan jumlah penonton yang cukup banyak membutuhkan kesiapan personel serta koordinasi yang baik agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib.
“Kami hadir untuk memberikan pelayanan, pengamanan, dan rasa nyaman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan hiburan ini. Pengamanan kami lakukan secara maksimal dengan mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat dapat menikmati pertunjukan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Joko Suprianto.
Apel pengamanan menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi dan kesiapan seluruh personel sebelum kegiatan berlangsung. Dalam apel tersebut, Kapolsek Solokuro memberikan arahan kepada anggota agar melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing serta tetap mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pertunjukan Orkes Melayu Adella digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang dipusatkan di Lapangan Telogo Ploso tersebut diperkirakan menjadi perhatian masyarakat, sehingga aspek keamanan dan ketertiban menjadi salah satu prioritas utama.
AKP Joko menegaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan di sekitar panggung pertunjukan. Personel juga melakukan pemantauan terhadap kondisi di area penonton, akses keluar-masuk lokasi, serta lingkungan sekitar lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan massa, potensi perselisihan, maupun gangguan lain yang dapat menghambat jalannya acara.
“Kami sudah memberikan penekanan kepada anggota untuk melakukan pemantauan secara menyeluruh. Jangan sampai ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan tindakan yang mengganggu keamanan. Namun dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif,” jelasnya.





