“Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp35 juta, akibat rusaknya seluruh bangunan kandang serta sejumlah peralatan ternak,” ungkapnya.
Warga sekitar sempat panik, namun secara sigap turut membantu proses penyelamatan hewan ternak serta menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari lokasi kejadian.
Kebakaran ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terlebih saat ini wilayah Lamongan memasuki awal musim kemarau dengan cuaca yang panas dan angin kering, sehingga potensi kebakaran semakin meningkat.
“Kami imbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dalam membakar sampah, terutama di lahan terbuka. Jangan sampai lengah karena api bisa cepat menyebar,” tambah Eko.
Pihak berwenang juga mengingatkan agar masyarakat segera melaporkan jika terjadi kebakaran atau tanda-tanda munculnya api ke petugas Damkar terdekat, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(Bs)





