“Contohnya kalian sebagai jurnalis dari Muhammadiyah. Kalian bisa mewawancarai orang, belajar berkomunikasi, memberikan senyuman kepada orang lain. Itu juga merupakan sebuah kontribusi,” katanya.

Kepada ketiga siswa tersebut, Ning Lia menekankan bahwa kontribusi bagi masyarakat dan bangsa dapat dilakukan melalui banyak bidang. Pendidikan, prestasi dan karya menjadi beberapa jalan yang bisa ditempuh anak-anak sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia berharap pengalaman menjadi jurnalis cilik tidak berhenti pada satu kesempatan wawancara. Kemampuan mengamati, bertanya dan menulis perlu terus diasah sehingga anak-anak semakin percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

“Jadilah anak yang pintar, suka belajar. Nanti kalau sudah besar, kalian bisa mengharumkan nama bangsa dengan karya dan prestasi. Banyak yang bisa kalian berikan untuk negara ini, tidak harus melalui kancah politik,” pesannya.

Ada tiga hal yang secara khusus ditekankan Ning Lia kepada para jurnalis cilik, yakni membiasakan membaca dan belajar, menghormati orang tua serta guru, dan terus bersemangat menghasilkan karya.

Menurutnya, karya tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Anak-anak dapat belajar menulis dari berbagai hal sederhana yang mereka temui setiap hari, baik mengenai sekolah, keluarga, teman maupun lingkungan tempat tinggal.

“Kami para orang tua menunggu karya-karya kalian. Karya itu tidak harus besar. Karya sederhana saja, misalnya kalian menulis tentang apa pun yang ada di sekitar kalian,” imbuhnya.

Pertemuan tersebut akhirnya menjadi pengalaman belajar langsung bagi Naura, Aisyah dan Michelle. Mereka tidak hanya memperoleh kesempatan berhadapan dengan narasumber dan mengajukan pertanyaan, tetapi juga belajar membangun keberanian, komunikasi serta rasa percaya diri.

Bagi Ning Lia, kesempatan anak-anak mengenal aktivitas jurnalistik sejak dini dapat menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kebiasaan berkarya. Ia pun mendorong mereka untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan potensi.

“Jadilah pribadi yang tangguh. Jangan pernah merasa sendiri karena kalian memiliki orang tua, teman dan keluarga yang selalu menyayangi serta mendoakan kalian. Teruslah bersemangat membangun karya,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2