BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Ramainya keluhan masyarakat terkait kualitas dan variasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan mendorong Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan untuk meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program tersebut.
Evaluasi dinilai penting agar tujuan utama program, yakni peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak, benar-benar tercapai.
Ketua LHKP PD Muhammadiyah Lamongan, Tamam Choiruddin, menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pelaksanaannya di daerah harus mendapat perhatian serius dan pengawasan ketat.
“Program ini memiliki niat yang sangat baik, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh sehat dan cerdas. Namun, berbagai keluhan yang muncul terkait menu dan distribusi harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Tamam saat memberikan sambutan dalam kegiatan Tadarus Anggaran Publik yang diselenggarakan LHKP PD Muhammadiyah Lamongan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Tamam, keluhan masyarakat yang ramai di media sosial maupun laporan langsung dari lapangan menunjukkan adanya persoalan dalam perencanaan dan teknis pelaksanaan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kualitas menu, porsi makanan, hingga ketepatan waktu distribusi.
Ia menilai, kekurangan tersebut wajar terjadi pada tahap awal pelaksanaan program berskala besar. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan harus bersikap responsif dan terbuka terhadap kritik.





