Beras yang diuji tersebut nantinya dialokasikan untuk menyokong dua program utama: Program Bantuan Pangan Beras untuk keluarga penerima manfaat, serta Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna meredam gejolak harga di pasar.
Apresiasi senada datang dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Paryoto. Menurutnya, aspek pangan tidak boleh hanya bicara soal kuantitas, melainkan juga kualitas.
“Kami menyambut baik langkah terbuka BULOG. Ketahanan pangan bukan sekadar memastikan stoknya ada, tapi juga memastikan mutu dan keamanan pangan yang diterima masyarakat terjaga dengan baik. Kolaborasi ini harus terus diperkuat,” ungkap Paryoto.
Dari sisi ekonomi dan pasar, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, S.E., M.Si, menilai pasokan beras berkualitas dengan harga terjangkau adalah jangkar utama daya beli masyarakat.
“Ketersediaan beras SPHP yang bermutu tinggi sangat efektif menjaga keseimbangan pasar. Ketika masyarakat mendapatkan akses pangan yang bagus dengan harga terjangkau, inflasi daerah bisa kita kendalikan,” urai Indra.
Kegiatan di Pergudangan Jeruk Gulung ini sukses menjadi momentum penguatan komunikasi publik. Lewat kehadiran media, masyarakat edukasi secara objektif mengenai alur profesional pengelolaan beras negara.
Sinergi kokoh antara BULOG Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun, dan media diharapkan mampu menjaga pilar ketahanan pangan ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas demi kesejahteraan masyarakat Madiun.(Edi Marpaung)





