Orang tua siswa mengaku khawatir apabila keterlambatan ini berlangsung lama, sebab program MBG dinilai sangat membantu anak-anak terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Dari pantauan di lapangan, dapur SPPG Lamongan tampak sepi tanpa aktivitas. Tak ada tenaga masak maupun distribusi yang biasanya sibuk menyiapkan ratusan porsi makanan untuk sekolah penerima manfaat.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan mengaku sudah mendengar kabar tersebut.
“Iya sedang saya crocek. Ini saya masih perjalanan pulang dari kegiatan Retreat di Bandung,” terang Sekretaris Daerah Lamongan ini.
Seperti diketahui, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah dan menekan angka stunting di Indonesia serta melahirkan generasi emas Indonesia.(Bs).





