Kepala BUMDes Jati Makmur, Ahmad Faisol, S.E., menjelaskan bahwa seluruh unit usaha dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat Desa Jatirejo.
“Kami tidak ingin sekadar membuka usaha. Setiap unit bisnis yang kami rintis harus memiliki dampak ganda: memberikan pelayanan yang lebih baik dan harga yang terjangkau bagi warga, sekaligus menciptakan keuntungan untuk kemandirian desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan BUMDes Jati Makmur tidak lepas dari sinergi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Dengan penguatan kapasitas melalui kegiatan pengembangan bisnis dan pendampingan akademisi, BUMDes Jati Makmur optimistis dapat terus tumbuh menjadi model BUMDes mandiri dan berdaya saing.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Lamongan untuk menjadikan BUMDes sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.






