Menurut Haidar, penanaman ratusan pohon dipilih sebagai simbol keberlanjutan kehidupan sekaligus investasi masa depan. Pohon memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, menyerap karbon, menahan erosi, serta menciptakan ruang hijau yang sehat bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menambahkan, GMNI Unisla ingin menghadirkan gerakan mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam diskusi intelektual, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata terhadap persoalan publik, termasuk isu lingkungan.

“Krisis ekologis sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Karena itu, mahasiswa harus turun tangan. Jangan hanya bicara di ruang kelas, tetapi ikut bergerak di tengah masyarakat,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap kawasan Taman Gajah Mada semakin rindang dan nyaman sebagai ruang terbuka hijau. Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan edukasi singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan merawat tanaman yang telah ditanam.

Melalui momentum Hari Bumi, GMNI Unisla Lamongan mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam sekitar. Mereka meyakini bahwa masa depan yang hijau, sehat, dan berkeadilan hanya dapat diwujudkan melalui kesadaran kolektif serta aksi nyata yang dilakukan mulai dari lingkungan terdekat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2