Ia mencontohkan, dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan kecil saja bisa menimbulkan ketersinggungan jika disalahkan. Karena itu, menurut Anies, perjuangan ke depan harus mengedepankan persatuan, keikhlasan, dan semangat kolaborasi.

Anies juga menyinggung pentingnya mengawal janji-janji pemerintah, bukan sekadar mengkritik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Tidak perlu mengkritik, cukup catat janji-janji yang pernah disampaikan. Bagian kita adalah memastikan janji itu dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anies turut menyampaikan pandangannya tentang kondisi bangsa Indonesia yang telah berusia 80 tahun sejak kemerdekaan. Menurutnya, perjalanan panjang itu harus menjadi motivasi untuk tetap optimis menatap masa depan.

“Bangsa ini sudah melewati banyak masalah, tapi kita tidak pernah menyerah. Orang tua kita dulu tidak pergi meninggalkan Indonesia, tapi menyelesaikan masalah dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Menutup dialog kebangsaan tersebut, Anies juga menyinggung konflik di Gaza, dengan menilai bahwa secara militer mungkin Palestina kalah, namun secara moral dan diplomatik, perjuangan rakyat Palestina justru diakui dunia.

“Gaza memang hancur, tapi peperangan itu dimenangkan oleh Palestina. Banyak negara kini mendukung pengakuan terhadap negara Palestina,” pungkasnya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2