“Peran kita sebagai mahasiswa khususnya sebagai kader GMNI tentu harus senantiasa meningkatkan kualitas diri. Menjadi mahasiswa yang berkualitas akan membawa posisi mahasiswa menjadi masyarakat yang kreatif dan mampu memanajemen serta memecahkan permasalahan baik lingkup permasalahan individu maupun sosial. Selanjutnya membekali diri dengan ilmu kewirausahawan agar siap menghadapi puncak bonus demografi di tahun 2030,” jelasnya.
Dikatakan Andy, jika ketika bisa menjawab tantangan tersebut, secara tidak langsung akan mampu meningkatkan produktivitas yang menjadi peluang menaikkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Maka, pemerintah dan masyarakat perlu bergandengan tangan serta berupaya keras demi menyongsong puncak bonus demografi di tahun 2030 mendatang,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Andy, peran aktif mahasiswa khususnya kader GMNI terhadap persoalan disekitar harus ditingkatkan. Serta mampu menduduki posisi strategis di semua sektor.
“Untuk itu, kita ciptakan kader-kader bangsa yang profesionalitas yang peka terhadap problem sosial di masyarakat serta mampu menyelesaikan problem yang ada tersebut,” jelas Andy.
Apabila kader bangsa memiliki kemampuan profesionalitas di dalam menghadapi perubahan tentunya untuk menghadapi Indonesia emas nantinya bisa betul-betul disambut dengan baik.
Ditempat yang sama, Ketua DPC GMNI Lamongan Sandy Cahyo Triyono mengatakan, guna menghadapi bonus demografi kedepan, dirinya mengajak kepada seluruh kader GMNI khususnya di Lamongan untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Usai dilantik sebagai Ketua DPC Sandy menegaskan akan memberikan perubahan yang lebih baik. Salah satunya diantaranya, yang pertama akan mengeskalasi ideologi atau meningkatkan kapasitas kader GMNI Lamongan, kedua memberikan pendidikan bagi kader secara internal dan eksternal.
“Secara internal, kita akan mendidik dan membangun mental kader GMNI untuk membangun kapasitas baik di komisariat. Baik itu bersifat upgrading atau evaluasi pendidikan komisariat kajian, dan untuk eksternal kita akan mengkaji terkait isu-isu lokal advokasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, yang ketiga lanjut Sandy, pihaknya bersama GMNI akan terus mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak untuk masyarakat.
“Kita akan kawal terus hingga teraktualisasi, jika tidak berpihak maka kita akan menjadi garda terdepan daripada advokasi masyarakat,” tegasnya.





