Selain mengajak masyarakat untuk terus berikhtiar, Gubernur Khofifah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana lain yang hingga kini belum bisa dimodifikasi secara teknologi, seperti angin kencang dan gempa bumi.

“Kalau hujan masih bisa kita modifikasi, tetapi angin dan gempa belum ada teknologi yang bisa mengalihkan. Jadi masyarakat harus tetap waspada,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta langkah cepat Pemprov Jatim. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, hujan lebat biasanya menyebabkan ketinggian air mencapai 50 mm. Namun dalam dua hari terakhir, intensitas hujan meningkat drastis hingga ketinggian air mencapai 68 mm, sehingga Pintu Kuro terpaksa ditutup.

Akibatnya, terjadi genangan air setinggi 10 hingga 15 cm di lima kecamatan, yakni Deket, Kalitengah, Turi, Glagah, dan Karangbinangun.

“Terima kasih Bu Gubernur karena ingin mengetahui secara langsung kondisi genangan, khususnya di wilayah Bengawan Jero. Tiga tahun terakhir sebenarnya tidak ada banjir. Dengan curah hujan yang sangat tinggi dan adanya modifikasi cuaca, Ibu Gubernur memastikan kondisi tetap terkendali,” ujar Yuhronur.

Ia menambahkan, ke depan akan dilakukan pembenahan saluran pembuangan air sebagai solusi jangka panjang. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak patah semangat dalam menghadapi cuaca ekstrem.

“Insyaallah akan ada solusi terbaik untuk masyarakat Lamongan,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2