BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Puluhan warga yang berasal dari berbagai daerah seperti Lamongan, Gresik, dan Surabaya mendatangi Mapolres Lamongan pada Kamis (24/7/2025) untuk melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan haji dan umrah, PT Tawwaabiin.
Mereka mengaku menjadi korban penipuan setelah dijanjikan keberangkatan umrah dengan harga promo, namun tak kunjung diberangkatkan hingga kini.
Salah satu perwakilan korban, Wahyudiono, menyebut kasus ini mulai tercium sejak awal tahun 2025, saat para jemaah tak lagi menerima informasi jelas dari pihak travel terkait jadwal keberangkatan.
Kantor travel yang berlokasi di Kecamatan Brondong, Lamongan, juga dilaporkan telah kosong sejak April 2025 tanpa aktivitas operasional.
“Sejak Januari sudah mulai mencurigakan, karena tidak ada kejelasan jadwal. Dan sejak April, kantor PT Tawwaabiin juga kosong, tidak ada aktivitas apa pun,” ujar Wahyudiono kepada awak media.
Menurut Wahyudiono, total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai Rp17 hingga Rp18 miliar, dengan jumlah korban mencapai sekitar seribu orang.
“Dari pendataan yang kami lakukan, sementara ini ada sekitar seribuan jemaah yang tertipu, dan nilai kerugian secara total mencapai puluhan miliar rupiah,” imbuhnya.





