Warga Desa Made menyambut baik kegiatan patroli monitoring ini. Mereka mengaku merasa diperhatikan dan didukung oleh pihak kepolisian, sehingga semakin termotivasi untuk mengelola lahan secara produktif. Menurut warga, tanaman pisang dipilih karena relatif mudah perawatannya, memiliki masa panen yang cepat, serta nilai ekonomis yang cukup menjanjikan.
Kapolsek Lamongan Kota melalui Ka SPKT III menegaskan bahwa Polsek Lamongan Kota akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap program ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Hal ini sebagai bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal. Dengan pengelolaan yang baik, ketahanan pangan di tingkat desa akan semakin kuat, sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Program Asta Cita Presiden RI sendiri menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Melalui pemanfaatan lahan pertanian secara optimal dan berkelanjutan, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan adanya patroli monitoring dari Polsek Lamongan Kota, diharapkan pelaksanaan program ketahanan pangan di Desa Made dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional.






