BERITASIBER.COM | SUMENEP — Dugaan beredarnya foto tak senonoh yang diduga melibatkan seorang kepala desa di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Isu tersebut tak hanya memicu kegaduhan sosial, tetapi juga memunculkan tuntutan agar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersikap tegas dan transparan dalam menyikapinya.
Hingga saat ini, kepala desa yang dikaitkan dengan dugaan foto mesum tersebut belum menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada publik. Kondisi itu dinilai semakin memperkeruh situasi dan menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, khususnya warga di wilayah Dungkek.
Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat menilai persoalan ini tidak dapat lagi dianggap sebagai ranah privat semata. Status kepala desa sebagai pejabat publik dinilai membawa tanggung jawab moral yang melekat, baik dalam kehidupan sosial maupun pribadi.
“Ketika seseorang menjabat sebagai kepala desa, setiap perilakunya akan selalu berada dalam sorotan publik. Ini bukan soal gosip, tapi soal etika dan marwah jabatan,” ujar Dedy, salah satu aktivis di Sumenep, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan, jika dugaan tersebut dibiarkan tanpa kejelasan, maka dampaknya bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Menurutnya, sikap diam dari pihak yang bersangkutan justru memicu keresahan dan memperbesar ketidakpercayaan publik.
Tidak hanya kepala desa, pihak kecamatan juga disorot lantaran belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil. Aktivis mendesak Camat Dungkek agar segera memanggil kepala desa yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi, sekaligus melaporkan hasilnya kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Pemerintah tidak boleh terlihat pasif. Jika tidak segera diambil langkah, ini bisa menjadi contoh buruk dan menimbulkan kesan bahwa pejabat desa kebal terhadap etika dan aturan,” tegas Dedy.





