BERITASIBER.COM | ACEH SINGKIL – Dewan Pengurus Daerah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPD ALAMP AKSI) Kota Banda Aceh menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh. Mereka menuntut penegakan hukum yang tegas atas berbagai dugaan korupsi yang merajalela di Kabupaten Aceh Singkil, yang dinilai menjadi penyebab utama lambannya pembangunan daerah tersebut Senin, (1/9/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam orasinya, koordinator aksi menyatakan bahwa temuan dugaan penyimpangan anggaran ini bukan kasus kecil, melainkan masalah sistematis yang menggerogoti dana publik dan merugikan masyarakat Aceh Singkil.

“Berdasarkan hasil audit BPK RI dan investigasi lapangan yang kami lakukan, ditemukan sejumlah indikasi penyimpangan anggaran di berbagai SKPK Aceh Singkil, mulai dari subsidi PDAM hingga proyek-proyek infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang diduga fiktif atau tidak sesuai spesifikasi,” ujar koordinator aksi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Beberapa temuan utama yang menjadi sorotan antara lain:

Subsidi PDAM Tirta Singkil senilai Rp 2 miliar yang tidak tepat sasaran, malah digunakan untuk listrik dan gaji pegawai non-produksi.

Pengadaan barang di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM senilai Rp 632 juta, seperti mesin babat rumput, mesin jahit, dan peralatan masak yang diduga fiktif dan belum diserahkan ke penerima.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2