“Upaya pencegahan kami lakukan secara rutin, baik melalui sosialisasi kepada masyarakat maupun penguatan pendampingan di tingkat sekolah dan kecamatan,” jelasnya.
Selain fokus pada penanganan kasus pelecehan, DP3A juga mendorong keterlibatan aktif satuan pendidikan untuk menekan angka bullying di lingkungan sekolah, yang masih menjadi persoalan di kalangan anak dan remaja.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Pada tahun 2025, Lamongan kembali meraih penghargaan KLA kategori Nindya.
“Berbagai program terus kami optimalkan agar masyarakat semakin peduli terhadap perlindungan anak. Target utama kami adalah menjadikan Lamongan sebagai daerah yang benar-benar ramah dan layak bagi anak,” pungkas Umuronah.






