“Sehingga mereka bisa diajari perihal pengawetan, memilih bahan dasar yang bagus, cara packing barang sehingga bisa menaikan nilai produk itu sendiri sehingga layak untuk melakukan ekspor keluar negeri,” tegas mantan Wakil Bupati Lamongan.

Dalam kesempatan yang sama, Deden Muhammad Fajar selaku Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur meyambut baik langkah yang dilakukan PC Muslimat NU Lamongan dalam mendorong pelaku UMKM untuk bisa go Internasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Setelah kami melihat termasuk para buyer dari Malaysia yang hadir ada yang cocok tertarik produk UMKM binaan Muslimat NU Lamongan nanti bisa dilakukan komunikasi lebih lanjut untuk bisa di ekspor ke Malaysia,” ungkap Deden.

Deden menyebut, para buyer yang datang tertarik produk UMKM Lamongan terutama produk makanan minuman, fashion, tikar lipat, dan juga produk olahan ikan khas Lamongan.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini bisa meningkatkan nilai ekspor khususnya dari Lamongan. Karena menurutnya produk UMKM Lamongan sangat berpotensi untuk bisa dilakukan ekspor ke Malaysia.

“Produk UMKM Lamongan sangat berpotensi khususnya yang saya lihat tadi produk UMKM binaan Muslimat NU Lamongan, nanti selanjutnya kita akan lakukan kunjungan ke rumah produksi dari UMKM tersebut,” kata Deden.

Seperti diketahui, acara temu bisnis yang digelar PC Muslimat NU Lamongan dihadiri perwakilan kantor Bea Cukai Gresik, Kepala Disperindag Kabupaten Lamongan, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Deden Muhammad Fajar serta sejumlah buyer asal Malaysia.

Usai kegiatan temu bisnis dilanjutkan mengunjungi sejumlah rumah produksi pelaku UMKM binaan Muslimat NU Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2