“Karena semua mekanismenya sudah kita lakukan secara prosedur,” imbuhnya.
“Termasuk kinerja pengamanan sudah bekerja dengan baik dan mereka bekerja dengan maksimal. Sehingga tidak ada kejadian yang bisa menimbulkan kekacauan,” ucapnya.
Dessi juga akan melakukan kajian lagi untuk persiapan pelaksanaan debat publik tahap dua.
“Kita menggunakan tim perumus dari Universitas Jember (UNEJ) karena perguruan tinggi negeri tersebut merupakan icon Jember, dan tidak ada ketentuan khusus yang mengatur dari mana latar belakang tim perumus debat publik,” terangnya.
“Jadi kami tidak memiliki tendensi lain dalam menentukan tim perumus debat publik. Tidak ada ketentuan yang mengatur untuk mengakomodir seluruh universitas yang ada di Jember,” jelasnya.
“Dalam penetapan hasil rapat pleno penetapan tim perumus debat publik tidak ada tanda tangan. Karena tidak produk administrasi terkait pemberian surat hasil pleno,” pungkasnya. (*)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






