“Sementara untuk hewan ternak lainnya yang berhasil diselamatkan dari kobaran api berjumlah 69 ekor kambing,” tambah Rayin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Puluhan ekor kambing yang selamat tersebut langsung digiring oleh warga ke lahan kosong yang aman dari jangkauan api. Kendati berhasil mengamankan puluhan hewan ternak, kerugian materiil yang diderita oleh keluarga Suhada tetap tergolong sangat besar.

Berdasarkan hasil kalkulasi sementara dari nilai total bangunan rumah yang hangus, perabotan rumah tangga, bangunan kandang, hingga satu ekor kambing yang mati, total kerugian ditaksir menyentuh angka Rp100 juta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Masuk Musim Kemarau, Damkar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
​Peristiwa kebakaran di Desa Jubelkidul ini menjadi catatan kelam sekaligus alarm peringatan bagi warga Lamongan lainnya. Pihak Damkar Lamongan menegaskan bahwa ancaman kebakaran pemukiman maupun lahan cenderung mengalami peningkatan signifikan seiring dengan masuknya musim kemarau di wilayah Jawa Timur.

Rayin membeberkan bahwa sepanjang bulan Mei 2026 ini, jajaran Damkar Lamongan sudah menangani dua kejadian kebakaran besar yang melanda sektor pemukiman warga. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan rutin mengecek kelaikan instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Bulan Mei ini saja sudah ada dua kejadian kebakaran di wilayah kami. Memasuki musim kemarau panjang ini, kami mengimbau dengan sangat agar warga bisa lebih meningkatkan kewaspadaan. Kami juga meminta masyarakat untuk mengurangi atau bahkan menghindari aktivitas membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan, karena tiupan angin kencang di musim kemarau bisa memicu bara api terbang ke pemukiman dan menyebabkan kebakaran besar,” pungkas Rayin.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2