“Banser tidak bisa berjalan sendiri. Kader harus mampu membangun sinergi dengan berbagai pihak, baik organisasi kemasyarakatan, pemerintah, maupun elemen masyarakat sipil, demi memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa,” tegasnya.
Syihabuddin berharap Diklatsar V ini mampu melahirkan kader-kader Banser yang tidak hanya militan secara fisik dan ideologi, tetapi juga memiliki gagasan segar serta visi gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kami ingin melahirkan kader yang tidak berhenti pada wacana, tetapi mampu menghadirkan aksi nyata dan solusi bagi persoalan umat dan kebangsaan. Energi kolektif hanya akan terwujud jika seluruh kader bergerak bersama,” pungkasnya.
Melalui Diklatsar V ini, Satkoryon Banser Sugio menargetkan penguatan kapasitas kader sebagai fondasi organisasi yang solid, progresif, dan berdaya guna bagi masyarakat luas.






