BERITASIBER.COM | JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman paling eksplisit selama lima minggu perang joint US-Israel melawan Iran.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Trump menuntut kesepakatan baru yang mencakup jaminan “lalu lintas minyak gratis” di Selat Hormuz. Jika kesepakatan tidak tercapai, serangan udara besar-besaran akan segera diluncurkan untuk melumpuhkan infrastruktur vital negara tersebut.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, gelombang serangan baru akan dimulai tepat pukul 20:00 waktu Washington DC pada hari Selasa (00:00 GMT Rabu).
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Artikel Rekomendasi
Halaman:




