Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa Polri, khususnya Polsek Solokuro, akan bertindak secara persuasif namun tegas terhadap segala bentuk potensi provokasi yang dapat merusak kerukunan antarwarga. Beliau juga mengapresiasi kehadiran para ketua perguruan silat yang dinilai sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi dua arah yang intens.
Dengan melibatkan tokoh perguruan silat sejak awal, Polsek Solokuro berharap dapat menekan potensi gesekan antarkelompok. Hal ini merupakan strategi preventif untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat yang sedang merayakan malam 1 Muharram.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga wilayah Solokuro ini agar tetap kondusif, tidak hanya pada malam 1 Muharram ini saja, tetapi selamanya. Kita ciptakan budaya damai di mana pun kita berada,” tambah AKP Joko.
Kegiatan apel siaga ditutup dengan pembagian tugas pengamanan di titik-titik rawan keramaian. Seluruh personel gabungan langsung disebar untuk melaksanakan patroli dialogis guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun Hijriah.
Hingga apel berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Solokuro terpantau aman dan terkendali, menunjukkan keberhasilan koordinasi yang telah terbangun dengan sangat baik.






