“Kami mengimbau para orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam Minggu. Jangan sampai mereka terlibat balap liar yang dapat berujung pada kecelakaan atau persoalan hukum,” katanya.
Selain mengantisipasi balap liar, patroli juga diarahkan untuk mencegah tindak kriminalitas serta gangguan kamtibmas lainnya. Personel melakukan pengamatan terhadap kendaraan maupun kelompok masyarakat yang berkumpul di sejumlah titik sepanjang jalur perbatasan.
Kegiatan patroli dilakukan secara mobile dan dialogis. Petugas tidak hanya berkeliling, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat untuk menggali informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan sekitar. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
Polsek Deket juga mengingatkan pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang membahayakan.
“Kami tidak ingin jalan umum dijadikan arena balap. Jalan adalah fasilitas yang digunakan bersama. Mari kita jaga keamanan dan keselamatan bersama, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu aksi balap liar,” tegas Khusen.
Patroli di kawasan perbatasan Lamongan-Gresik akan terus dilakukan secara berkala, khususnya pada waktu yang dianggap rawan terjadi gangguan kamtibmas. Polsek Deket berharap langkah preventif tersebut dapat mencegah munculnya aksi balap liar sekaligus menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
Dengan kehadiran personel kepolisian di lapangan, masyarakat diharapkan merasa lebih terlindungi saat melintas maupun beraktivitas pada malam hari. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan.





