Kelas inspirasi dirancang untuk memperkenalkan berbagai profesi di lingkungan BUMN sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi para siswa.

Untuk memperkuat fasilitas pendidikan, BRI memberikan empat unit proyektor serta satu paket cat dan renovasi lapangan olahraga di SDN 02 Sanur Kaja.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dhanny menuturkan, dukungan berupa sarana tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat setelah rangkaian kegiatan relawan berakhir.

“Pendekatan yang kami lakukan adalah memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki manfaat yang dapat diteruskan. Karena itu, selain aktivitas bersama masyarakat, kami juga memberikan dukungan berupa pengetahuan, pendampingan, dan sarana yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang,” katanya.

Di bidang lingkungan, BRI bersama masyarakat menggelar kegiatan bertajuk “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan”. Kegiatan diisi dengan aksi bersih sungai, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, serta edukasi mengenai keterkaitan ekosistem sungai, laut, dan kawasan pesisir.

Masyarakat juga diajak mengurangi penggunaan plastik dan membangun komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk mendukung pengelolaan sampah, BRI menyerahkan satu unit motor roda tiga kepada TPS3R Desa Sanur Kaja. Bantuan tersebut dilengkapi sejumlah peralatan, seperti sarung tangan, sepatu bot, kantong sampah, capit sampah, timbangan sampah, tempat sampah terpilah, serta papan komitmen “Sungai Bersih”.

Sementara itu, aspek kesehatan dan ketahanan pangan diperkuat melalui program BRI Bertani di Kota bersama KWT Kota Pala.

Masyarakat mengikuti kegiatan penyemaian dan pemanenan sayuran, pengembangan produk turunan hasil pertanian, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Konsep urban farming tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan lahan terbatas agar lebih produktif. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan itu diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru berbasis pertanian skala rumah tangga.

Rangkaian RBB Batch IX 2026 di Bali menjadi ruang kolaborasi antara BRI, BUMN, pemerintah daerah, sekolah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat. Program tersebut ditutup melalui inaugurasi Relawan Bakti BUMN pada 19 Agustus 2026 di Pantai Matahari Terbit.

Dalam kegiatan tersebut, BRI turut menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan Desa Sanur Kaja serta memberikan apresiasi kepada para relawan.

Bagi BRI, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan. Pengetahuan yang ditransfer, kapasitas yang dibangun, fasilitas yang diberikan, serta praktik baik yang dapat diteruskan masyarakat menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.

Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan Desa BRILiaN Sanur Kaja diharapkan tidak berhenti ketika para relawan meninggalkan lokasi. Masyarakat didorong untuk terus mengembangkan potensi lokal, memperkuat kegiatan ekonomi, menjaga lingkungan, serta membangun ketahanan pangan secara mandiri.

“Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan praktik baik yang telah dibangun selama program,” kata Dhanny.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2