LAMONGAN — Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur, kembali meningkatkan kegiatan patroli Blue Light sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya. Patroli tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) mulai pukul 23.00 WIB hingga selesai dengan menyasar sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sarirejo yang dinilai membutuhkan pemantauan pada malam hari.
Kapolsek Sarirejo Iptu Moch. Sokep, S.H., mengatakan bahwa patroli Blue Light merupakan salah satu upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk kemungkinan terjadinya gesekan antarperguruan silat. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan sejak dini.
“Patroli Blue Light kami laksanakan secara preventif untuk mengantisipasi tindak pidana 4C serta potensi gesekan antarperguruan silat. Kami ingin memastikan wilayah Sarirejo tetap aman dan kondusif, terutama pada jam-jam rawan malam hari,” ujar Iptu Moch. Sokep.
Kegiatan patroli dilaksanakan oleh dua personel Polsek Sarirejo, yakni Aiptu Rusdi dan Aiptu M. Huda. Keduanya melakukan patroli mobile di sejumlah wilayah Kecamatan Sarirejo dengan menggunakan kendaraan dinas kepolisian, sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Salah satu fokus kegiatan adalah melakukan koordinasi dan pendekatan kepada para pemuda maupun tokoh masyarakat yang masih terlihat berkumpul hingga larut malam. Personel memberikan imbauan secara humanis agar masyarakat, khususnya para pemuda, segera kembali ke rumah masing-masing demi menjaga ketertiban serta menghindari potensi terjadinya permasalahan.
Menurut Kapolsek, pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam pelaksanaan patroli. Polisi tidak hanya hadir untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat guna menciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis. Apabila anggota menemukan pemuda atau warga yang masih bergerombol pada larut malam, kami berikan imbauan secara baik-baik agar segera pulang. Hal ini merupakan langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Selain melakukan pendekatan kepada masyarakat, personel juga melaksanakan patroli dan standby di daerah yang dianggap rawan terjadinya kejahatan konvensional. Perhatian diberikan terhadap sejumlah ruas jalan yang kondisinya rusak maupun minim penerangan karena lokasi semacam itu dinilai membutuhkan kewaspadaan lebih.
Patroli juga diarahkan ke lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik terjadinya gesekan antarperguruan silat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini untuk memastikan tidak ada aktivitas yang dapat memicu konflik maupun mengganggu ketenteraman masyarakat.





