“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Dapur MBG harus dijaga profesionalitasnya, bukan dijadikan tempat membuat konten yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Video tersebut juga menjadi sorotan karena disertai narasi yang menyebutkan bahwa mitra tersebut bisa memperoleh pendapatan hingga Rp6 juta per hari. Informasi ini turut memicu perdebatan di tengah masyarakat terkait tujuan dan mekanisme program MBG.
BGN pun menegaskan bahwa program MBG bukanlah skema bisnis untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan program pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik, khususnya dalam pemenuhan gizi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional mengingatkan seluruh mitra SPPG untuk mematuhi pedoman teknis yang berlaku, menjaga etika profesional di lingkungan kerja, serta tidak memproduksi konten yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Kasus ini menjadi perhatian penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG. Dengan meningkatnya sorotan publik, transparansi, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah tersebut.






