“Maka pemulung itu sebenarnya banyak berkontribusi namun belum diperhatikan secara serius oleh Pemerintah. Seperti berkontribusi mengurangi sampah, dari 25 hingga 50 Kilogram per harinya,” urainya.
Asosiasi Pekerja Pemulung DIY meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib para pemulung. Saat ini jumlah pemulung semakin bertambah, seiring krisis ekonomi yang terjadi. Pelayanan kesehatan yang utama dan gizi.
“Mereka hendaknya diberikan edukasi dan diikutsertakan dalam program peningkatan kesejahteraan dan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan keliling, mendapatkan kartu BPJS Kesehatan, dan pemberian vitamin. Mereka juga berharap adanya bantuan sembako untuk peningkatan gizi keluarga,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Asosiasi Pekerja Pemulung DIY akan dideklarasikan pada tahun 2025. Asosiasi tersebut didirikan sebagai landasan atau media, untuk bersuara kepada pemerintah. Kedepannya, asosiasi tersebut akan dibina oleh pakar ekonomi, pariwisata, hukum dan politisi. (WR).
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





