Kegiatan di Tanjung Penyu memadukan agenda pengembangan perhutanan sosial dengan kepedulian terhadap ekosistem. Pelepasliaran tukik sekaligus menjadi simbol bahwa pemanfaatan kawasan tetap harus memperhatikan keberlangsungan fungsi ekologisnya.
Safari tersebut dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI Apri Dwi Sumarah, Anggota DPRD Jawa Timur Hj. Jajuk Rendra Kresna dan Hj. Anik Maslachah, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Dr. Nurkholis, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.
Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank, juga hadir mengikuti rangkaian kegiatan dan turut membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi berharap kegiatan di Tanjung Penyu dapat menjadi pintu masuk bagi pelaksanaan Safari Perhutanan Sosial di berbagai wilayah lain di Jawa Timur.
“Mudah-mudahan acara Safari Perhutanan Sosial ini menjadi titik pertama yang akan bergeser ke timur, bergeser ke barat,” ujar Jumadi.
Sementara bagi Ning Lia, perjalanan tukik-tukik kecil menuju laut menyimpan pesan yang lebih luas. Kelestarian lingkungan, menurutnya, membutuhkan ruang bagi alam untuk berkembang sekaligus keterlibatan manusia untuk menjaganya.
Dari pesisir selatan Kabupaten Malang, pelepasan tukik itu pun menjadi simbol sederhana tentang satu tujuan bersama: memastikan kehidupan di alam dapat terus tumbuh dan berkelanjutan.





