Kesadaran masyarakat menjadi patokan untuk kebersihan dalam menunjang kerja dari pengelola sampah di lingkungannya,
“Tolak ukur keberhasilan penanganan sampah tidak bisa dengan anggaran, seberapa besar anggaran yang diturunkan lewat pelatihan sosialisasi jika mindset masyarakat tidak terbangun,” tutur Deddy.
Ketua TPS 3 R Abunawas ustadz Fahtur memaparkan inovasi sampah tidak hanya pupuk organik namun juga menjadikan sampah sebagai pupuk cair.
“Tidak hanya buat pupuk cair, sampah botol plastik dibuat paving dengan perbandingan satu paving sama dengan satu karung plastik,” cetus pria yang jadi motor pemuda di desanya.
Sementara itu Kepala Desa Randuagung Ahmad Choiri meminta kepada pemerintah agar kegiatan yang sudah berjalan diimbangi dengan dinaikkan dana insentifnya karena mereka yang kerja menanggung kebutuhan pokok keluarganya masing-masing, selain semakin banyaknya volume sampah diperlukan sekali adanya bantuan roda empat selain perawatan kendaraan yang mengalami kerusakan.
“Kedatangan Komisi B DPRD dan DLH melihat langsung kegiatan pembuangan sampah kirannya bisa menjadi masukan agar insentif mereka ada tambahan dan bantuan mobil angkut karena volume sampah semakin melimpah,” pungkasnya.(efendi).
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





