BERITASIBER.COM | JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, melayangkan kecaman keras terhadap aksi militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran.
Dalam keterangan resminya pada Senin (2/3), tokoh yang akrab disapa Gus Yahya tersebut menilai serangan ini bukan sekadar ketegangan regional, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas keamanan dunia.
Gus Yahya menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan brutal yang mencederai prinsip-prinsip kedaulatan internasional. Menurutnya, aksi kekerasan berskala besar ini berisiko memicu efek domino yang sulit dikendalikan.
“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional. Ini berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bagi bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” ujar Gus Yahya dalam rilis yang diterima media.
Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran bahwa ketidakstabilan di Timur Tengah sering kali menjadi bahan bakar bagi kelompok-kelompok radikal untuk mencari legitimasi atas aksi kekerasan mereka di tingkat akar rumput.
Dalam suasana keprihatinan tersebut, PBNU juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Imam Ali Khamenei, yang menjadi korban dalam serangan tersebut.





