Lebih lanjut, pihak kepolisian menekankan bahwa kehadiran negara dalam menyerap hasil panen petani adalah bentuk komitmen untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya komunitas petani jagung yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi di Kecamatan Solokuro.
Melalui pendampingan ini, Polsek Solokuro berharap para petani tidak hanya sekadar menikmati hasil panen, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik agar hasil jerih payah selama masa tanam dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi keluarga mereka.
“Hasil panen raya jagung ini adalah berkah bagi warga Solokuro. Kami berharap dengan harga yang stabil dan penyerapan yang terarah melalui Bulog, kesejahteraan petani jagung di wilayah kita dapat meningkat secara signifikan. Jangan sampai hasil kerja keras selama berbulan-bulan di sawah justru tidak memberikan keuntungan yang layak bagi petani itu sendiri,” tambah Kapolsek.
Kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Polsek Solokuro di Desa Bluri ini juga mendapat respon positif dari warga setempat. Kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat pasca panen memberikan rasa aman sekaligus dukungan moral bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertaniannya.
Pihak Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus memantau dinamika harga jagung di wilayah tersebut hingga masa panen berakhir. Selain memantau sisi ekonomi, polisi juga memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di area sentra pertanian tetap kondusif, sehingga proses pengangkutan dan distribusi hasil panen dari lahan hingga ke gudang penyimpanan tidak mengalami hambatan.
Dengan langkah proaktif ini, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Lamongan, khususnya di Kecamatan Solokuro, semakin berdaya saing dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan masyarakat di pedesaan.





