Selain merendam akses jalan utama desa, banjir juga berdampak pada lahan tambak budidaya ikan milik petani. Setidaknya seribu hektar lahan tambak terendam, dan banyak ikan budidaya yang hanyut terbawa arus banjir.
“Para petani pun mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada, melihat hasil usaha mereka terancam hilang,” ungkapnya.
Saikhu, mewakili warga, berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Lamongan dapat memberikan bantuan berupa peninggian badan jalan agar banjir tidak lagi merendam akses jalan.
Dengan demikian, aktivitas warga dan siswa tidak lagi terganggu, dan mereka dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan lebih lancar.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga mengancam ketahanan pangan lokal akibat kerugian yang dialami oleh petani tambak.
Warga berharap adanya solusi yang cepat dan efektif untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah mereka.(Bs)





