BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Luapan Sungai Bengawan Jero yang terjadi selama sepekan terakhir menyebabkan akses jalan utama antar desa yang ada kawasan Bengawan Jero terendam banjir hingga kedalaman 40 centimeter.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan siswa, serta merendam setidaknya seribu hektar tambak milik petani, yang mengakibatkan banyak ikan budidaya hanyut terbawa arus banjir.

Seperti pada Rabu, 28 Mei 2025 pagi kondisi ruas jalan utama di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, terlihat terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Saikhu, salah seorang warga setempat, kondisi ini sudah berlangsung lebih dari sepekan. Ia menyatakan bahwa selama tahun 2025 ini, banjir luapan Sungai Bengawan Jero telah terjadi sebanyak empat kali, dan saat ini menjadi yang terparah.

Banjir merendam akses jalan sepanjang 200 meter dengan ketinggian air antara 30 hingga 40 centimeter. Jalan ini merupakan satu-satunya akses yang digunakan oleh warga dan siswa untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terlihat sejumlah siswa yang mengenakan seragam basah saat melewati jalan tersebut.

“Bahkan, beberapa pengguna kendaraan roda dua mengalami kerusakan mesin karena nekat melewati jalan yang terendam banjir,” ujarnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2