Tak hanya berfokus pada kualitas fisik jalan, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di malam hari. Melalui inovasi program bertajuk “Lamongan Menyala”, pemerintah daerah menargetkan pemasangan 10 ribu titik lampu penerangan jalan. Proyek besar ini rencananya akan direalisasikan melalui skema kreatif, yakni Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Pembangunan jalan harus dibarengi dengan fasilitas penunjang lainnya. Dengan 10 ribu titik lampu penerangan, diharapkan mobilitas masyarakat di malam hari menjadi lebih aman dan risiko kecelakaan maupun tindak kejahatan dapat diminimalisir,” imbuh Bupati.
Skema KPBU dipilih sebagai solusi cerdas untuk mempercepat infrastruktur publik tanpa membebani APBD secara berlebihan.
Sementara itu, inisiatif pembangunan yang melibatkan unsur diaspora, seperti yang dilakukan warga Desa Maindu, mendapat apresiasi tinggi. Perwakilan diaspora Desa Maindu, Imam Mawardi, menyatakan bahwa semangat “gotong royong” dan kepedulian perantau terhadap tanah kelahirannya adalah bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam mendukung visi besar pemerintah daerah.
Baginya, pembangunan tidak hanya menjadi beban pemerintah, namun menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan kemajuan daerah tercapai dengan lebih cepat dan inklusif.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha melalui skema KPBU, serta dukungan penuh masyarakat dan diaspora, Kabupaten Lamongan optimis dapat terus meningkatkan angka persentase jalan yang baik di tahun-tahun mendatang, sekaligus mewujudkan konektivitas yang semakin mumpuni bagi seluruh warga.





