LAMONGAN — Polsek Lamongan Kota, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur, melaksanakan pengamanan kegiatan pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1488 H yang digelar oleh Majelis Ta’lim Al Hamid Abdullah Bin Salim Al Hadad. Pengamanan dilakukan di Musholla Al Hamid Abdullah Bin Salim Al Hadad, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Minggu (16/8/2026).

Kapolsek Lamongan Kota Kompol Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P., mengatakan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah maupun kegiatan keagamaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Polsek Lamongan Kota hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pengajian dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. Pengamanan kami lakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung,” ujar Kompol Beni Ulang Setiawan.

Kegiatan pengamanan dilaksanakan pada Minggu (16/8/2026), mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi kegiatan serta sejumlah titik yang menjadi akses masyarakat menuju lokasi pengajian.

Dalam kegiatan tersebut, pengamanan dilaksanakan oleh Wakapolsek Lamongan Kota Iptu Tjandra Febri, S.H., bersama Aiptu Danang P, Aiptu Ariyono, Aiptu Agus Murjianto, dan Bripda Seftian. Kehadiran personel bertujuan untuk memastikan keamanan peserta sekaligus membantu kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Pengajian umum tersebut merupakan bagian dari kegiatan keagamaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1488 H. Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Ta’lim Al Hamid Abdullah Bin Salim Al Hadad tersebut diikuti oleh masyarakat dan jamaah yang hadir untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan.

Selain melakukan pengamanan di sekitar Musholla Al Hamid Abdullah Bin Salim Al Hadad, personel juga melakukan pemantauan pada sejumlah titik yang menjadi jalur akses menuju lokasi kegiatan. Dua titik yang menjadi perhatian pengamanan di antaranya persimpangan empat Pasar Sidoharjo dan persimpangan empat Cafe D’Kota.

Penempatan personel di titik tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melintas maupun jamaah yang menuju lokasi pengajian. Personel juga mengedepankan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2