BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Polres Lamongan resmi merampungkan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, yang menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun 2025 ini, fokus utama operasi bergeser dari pendekatan preemtif dan preventif ke penegakan hukum (giat gakkum), sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Lamongan, AKP Nur Arifin, melalui Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid.
“Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya,” ujar Ipda Hamzaid, kepada beritasiber.com, Selasa (29/7/2025).
Dalam pelaksanaan tahun ini, tercatat 6.398 kegiatan preemtif dilakukan. Rinciannya pembinaan dan penyuluhan (Binluh): 304 kegiatan, penyuluhan langsung (Penluh): 2.704 kegiatan penyebaran dan pemasangan media sosialisasi: 3.390 kegiatan.
“Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding tahun 2024, yang mencatat total 23.048 kegiatan preemtif, terdiri dari 7.542 penyuluhan langsung dan 15.506 pemasangan media,” ungkapnya.
Penurunan serupa juga terjadi pada kegiatan preventif. Tahun ini hanya terdapat 6.398 kegiatan, dengan rincian pengaturan lalu lintas: 1.896, penjagaan: 1.904, pengawalan: 31, patroli: 2.567
“Bandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 23.048 kegiatan preventif, termasuk patroli sebanyak 12.043 kegiatan,” imbuh Hamzaid.
Berbanding terbalik dengan kegiatan preemtif dan preventif, giat penegakan hukum meningkat signifikan. Selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, tercatat 12.796 kegiatan gakkum, meliputi penindakan ETLE statis: 1.695, ETLE mobile (Incar): 126, Tilang manual: 951, Teguran simpatik: 10.024.
“Angka ini naik dibanding tahun 2024 yang mencatat 11.524 kegiatan gakkum. Bahkan, penindakan melalui ETLE statis naik lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya 698,” jelas Hamzaid.





