BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Warga Dusun Wahyu, Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan melaksanakan kenduri dilanjutkan makan ketupat dan lepet bersama menjelang tradisi kupatan atau lebaran ketupat (bodo kupat), Selasa (16/04/2024) malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang diselenggarakan ba’da Subuh di Masjid Baitul Muttaqin dikoordinir oleh Kasun Wahyu, Slamet. Dihadiri sekitar 30-an orang. Turut hadir Kades Plosowahyu, Agus Susanto.

Terlihat satu persatu warga membawa nampan, baskom dan nyiru untuk wadah ketupat dan lepet serta sayur. Sebagian ada yang membawa lontong.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ini tradisi tiap tahun yang terus dilestarikan oleh warga di Dusun Wahyu Desa Plosowahyu,” kata Kades Plosowahyu, Agus Susanto.

Seperti diketahui, Riyoyo Kupatan merupakan tradisi masyarakat Islam Jawa, warisan Sunan Kalijaga di era Kerajaan Demak. Ada yang menyebutkan ini tradisi Jawa lama yang diislamkan.

Kupatan diadakan pada tanggal 8 Syawal setelah muslim berpuasa Syawal selama 6 hari. Ada yang mengadakan di malam 8 (ba’da Maghrib) atau 8 paginya (ba’da Subuh).

Kupat bisa diartikan “Ngaku Lepat”, merasa atau mengaku salah, minta maaf kepada orang tua, kerabat, saudara dan tetangga lainnya. Ada juga yang mengartikan ” Laku Papat”, yakni Lebaran, Luberan, Leburan dan Laburan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2