Kepada seluruh peserta, Wesly berpesan agar mengikuti setiap pertandingan dengan penuh semangat dan rasa gembira. Ia meminta para pemain muda menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan mempererat persahabatan antarsekolah.
“Jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan diri, belajar menghargai teman, dan menjunjung tinggi sportivitas. Sikap yang baik, jujur, dan kerja keras adalah kemenangan yang sesungguhnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Hamzah Fanshuri Damanik menjelaskan bahwa pelaksanaan liga bertujuan mengembangkan minat dan bakat olahraga sejak usia dini sekaligus meningkatkan kesehatan dan kebugaran anak-anak.
Selain itu, kompetisi ini juga diharapkan mampu membangun rasa persaudaraan dan silaturahmi di kalangan pelajar melalui kegiatan positif dan kompetitif. Menurutnya, pembinaan usia dini merupakan langkah penting untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah di masa mendatang.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan agar anak-anak memiliki ruang untuk berkembang, baik dari sisi kemampuan olahraga maupun karakter pribadi,” ungkap Hamzah dalam laporannya.
Pelaksanaan Liga Sepak Bola Usia Dini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menjadi sarana pembinaan atlet muda yang terarah. Kehadiran pemerintah daerah bersama stakeholder olahraga juga memperlihatkan keseriusan dalam membangun fondasi sepak bola sejak tingkat sekolah dasar.
Dengan digelarnya kompetisi ini, Pemerintah Kota Pematangsiantar berharap akan lahir bibit-bibit atlet berbakat yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional. Lebih jauh, liga ini diharapkan menjadi momentum membangun generasi muda yang aktif, sehat, dan memiliki karakter positif melalui olahraga.(Pirhot Nababan)





