Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat, Polri menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako ke lima kecamatan yang terdampak bencana. Selain itu, bantuan air bersih juga didistribusikan ke 15 titik strategis, termasuk lokasi pengungsian, rumah ibadah, dan kantor pelayanan masyarakat.
“Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, kami prioritaskan pendistribusiannya ke titik-titik yang paling membutuhkan,” kata Wakapolri.
Wakapolri juga mengungkapkan bahwa bencana alam turut berdampak pada sarana operasional kepolisian. Sejumlah kendaraan dinas mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan. Hingga saat ini, enam dusun dilaporkan masih terisolir dengan akses terbatas yang hanya dapat dilalui kendaraan trail.
“Beberapa wilayah masih belum bisa dijangkau secara normal. Sebelumnya, bantuan harus dikirim melalui jalur udara,” jelasnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Polri mengerahkan lima unit ekskavator guna membuka jalur transportasi darat dan memperbaiki jembatan yang rusak. Upaya ini dilakukan secara sinergis bersama pemerintah daerah dan aparat kepolisian setempat.
Dalam rangka menjaga keamanan dan mempercepat proses pemulihan, Polri menurunkan 150 personel Brimob di lokasi terdampak. Selain itu, sebanyak 1.500 personel telah disiagakan dan siap diterjunkan apabila diperlukan.
“Kami siap menambah kekuatan personel demi mempercepat normalisasi pascabencana dan membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas secara normal,” tegas Wakapolri.






