Kepala Desa Sukolilo menyambut baik program ini sebagai langkah nyata pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap pelatihan seperti ini dapat memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ninuk Dian Kurniawati menegaskan bahwa program Komunitas Siaga Jantung merupakan kontribusi akademisi dalam meningkatkan literasi dan keterampilan kesehatan masyarakat desa.
“Keterampilan BHD seharusnya dimiliki oleh semua orang, bukan hanya tenaga medis. Semakin banyak yang terlatih, semakin besar peluang korban cardiac arrest untuk selamat,” tegasnya.
Antusiasme Peserta
Kegiatan ditutup dengan praktik langsung teknik RJP oleh peserta menggunakan matras pelatihan. Suasana berlangsung interaktif dan penuh semangat. Antusiasme warga menunjukkan kesiapan mereka untuk menjadi bagian dari Komunitas Siaga Jantung yang tanggap darurat.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat dan direncanakan akan terus dikembangkan ke desa-desa lain di wilayah Lamongan dan sekitarnya. Tim pengabdian masyarakat Universitas Airlangga berkomitmen memperluas jangkauan edukasi kesehatan dengan harapan terciptanya masyarakat yang lebih siaga, terlatih, dan tangguh dalam menghadapi kondisi gawat darurat medis.(Bs)





