BERITASIBER.COM | SURABAYA – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi intelektual Islam di tengah derasnya arus disrupsi digital.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui Muktamar Nasional Ilmu Mantiq 2025, kampus ini berupaya mengintegrasikan logika Islam klasik dengan critical thinking modern guna membangun literasi nalar umat di era digital.

Acara bergengsi ini akan digelar pada Selasa, 4 November 2025, bertempat di Lantai 9 Gedung Tengku Ismail Yakub, Jl. A. Yani 117, Surabaya, mulai pukul 08.00–16.00 WIB. Mengusung tema “Revitalisasi Mantiq dengan Critical Thinking untuk Menangkal Disrupsi Digital Keagamaan dan Sosial di Indonesia”, kegiatan ini diharapkan melahirkan gagasan konkret dalam menghadapi tantangan keagamaan dan sosial akibat misinformasi di dunia maya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Muktamar Ilmu Mantiq UIN Sunan Ampel Surabaya akan diikuti oleh 130 peserta, yang terdiri dari 20 akademisi dan dosen, 80 pengasuh pesantren atau ma’had aly, serta 30 mahasiswa. Forum ini dirancang dalam format diskusi, kaderisasi, dan penyusunan rekomendasi akademik.

Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., dijadwalkan menjadi keynote speaker dalam acara tersebut. Selain itu, turut hadir narasumber nasional seperti Dr. Achmad Dhofir Zuhry, M.Fil., pakar logika dan pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Malang; Dr. Zaenal Abidin Mohammad Baqir, M.A., pakar mantiq dari Pesantren Masalikul Huda Tulungagung; serta Dr. Muchammad Helmi Umam, M.Hum., dosen UINSA. Acara akan dimoderatori oleh Imam Fawaid, S.Ag.

Dalam keterangannya, Dr. Fikri Mahzumi, S.Hum., M.Fil.I., selaku Ketua Pelaksana Muktamar sekaligus Ketua Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UINSA, menegaskan pentingnya revitalisasi mantiq sebagai upaya menghadirkan wacana keagamaan yang logis dan etis.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2