“Apapun dalam sepak bola bisa terjadi. Fokus dan konsentrasi selama pertandingan wajib dijalankan,” ujarnya.
Tim Lamongan sebelumnya memulai turnamen dengan cukup baik setelah menundukkan Bojonegoro dengan skor 2-0. Namun, kekalahan 0-3 dari Kabupaten Jember di laga kedua dan hasil imbang 1-1 melawan Kota Malang menjadi penghambat langkah mereka untuk melangkah lebih jauh.
Meskipun gagal lolos, pengalaman di Porprov kali ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi skuad muda Lamongan untuk kompetisi mendatang.
“Semoga ke depan kami bisa lebih baik lagi. Dan untuk pemain, semoga ajang ini bisa menjadi pelajaran berharga, untuk terus belajar dan berkembang,” kata Faisal.
Dengan semangat yang tinggi, tim Lamongan bertekad untuk bangkit dan memperbaiki performa di turnamen mendatang.
Meskipun perjalanan mereka di Porprov IX Jawa Timur kali ini terhenti, harapan untuk masa depan tetap menyala, dan mereka berkomitmen untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan.(*)






