“Kondisi langit berawan cenderung mendung, sehingga hilal tidak dapat diamati. Ditambah posisi hilal yang rendah, maka pengamatan hari ini tidak berhasil,” ujarnya.

Hasil rukyat ini kemudian akan dilaporkan sebagai bagian dari data nasional yang dikompilasi oleh pemerintah pusat. Dengan tidak terlihatnya hilal di Gresik, terdapat kemungkinan kuat bahwa bulan Ramadan 1447 Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski demikian, penetapan resmi mengenai awal 1 Syawal tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama RI. Sidang tersebut akan mempertimbangkan laporan dari berbagai titik rukyat di seluruh Indonesia serta perhitungan astronomi sebelum menetapkan secara resmi Hari Raya Idulfitri.

Masyarakat diimbau untuk menunggu keputusan resmi pemerintah dan tetap menjaga suasana kondusif. Perbedaan hasil pengamatan merupakan hal yang lumrah dalam proses penentuan kalender Hijriah, sehingga diperlukan sikap saling menghormati.

Dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung serta posisi hilal yang rendah, rukyatul hilal di Gresik tahun ini kembali menunjukkan tantangan dalam proses observasi. Publik kini menantikan hasil Sidang Isbat sebagai acuan bersama dalam merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2