“Kami berharap Tax Center ini bisa menjadi pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pajak,” imbuh Heru.
Dia menjelaskan pula bahwa 72 persen dari pendapatan negara berasal dari pajak, yang berkontribusi sekitar 83 persen pada APBN 2024, menegaskan urgensi pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa.
“Mahasiswa dapat menjalin kerjasama dengan DJP untuk menjadi Relawan Pajak melalui program Renjani, yang tidak hanya memberi pengalaman praktis di lapangan, tetapi juga masukan untuk perbaikan kurikulum perpajakan,” paparnya.
Kanwil DJP Jatim II berharap Tax Center ITB Ahmad Dahlan Lamongan dapat berkontribusi aktif dalam menciptakan Wajib Pajak yang taat dan mematuhi ketentuan perpajakan.
Di penghujung sambutannya, Heru Susilo mengungkapkan rencana implementasi sistem administrasi perpajakan, Coretax, yang akan dimulai pada tahun 2025.
Dia menyebutkan bahwa DJP telah melaksanakan sosialisasi dan edukasi secara masif untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi sistem tersebut.
“Tax Center yang telah menerima edukasi mengenai Coretax diharapkan juga dapat mengedukasi anggotanya, dosen, dan Relawan Pajak,” lanjutnya.
Dengan hadirnya Tax Center ITB Ahmad Dahlan Lamongan, diharapkan dapat mendukung DJP dalam mempersiapkan implementasi Coretax, terutama di kalangan civitas akademika di Kabupaten Lamongan.
Acara ditutup dengan kuliah umum perpajakan oleh Fungsional Penyuluh Kanwil DJP Jawa Timur II, yang mengundang antusiasme mahasiswa berupa berbagai pertanyaan seputar perpajakan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan memberi nilai tambah bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” tutupnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






