Lebih lanjut, Kapolres Lamongan menyoroti tantangan dunia yang semakin kompleks akibat disrupsi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa risiko nyata, mulai dari pergeseran lapangan kerja hingga ancaman kejahatan siber (cybercrime). Ia memberikan perhatian khusus pada ancaman deepfake teknologi manipulasi konten yang bisa menyesatkan opini publik.

“Teknologi adalah pedang bermata dua. Di tengah arus informasi yang masif, mahasiswa harus menjadi filter yang kritis. Budayakan ‘Saring sebelum Sharing’ dan lakukan proteksi digital secara mandiri. Polri siap berkolaborasi dengan mahasiswa untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Lamongan Kota, Kompol M. Fadelan, S.H., M.M., menambahkan bahwa peran aktif mahasiswa dalam menjaga keamanan lingkungan, baik fisik maupun siber, sangatlah krusial. Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 sebagai sarana komunikasi yang cepat jika masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas.

“Kami dari Polsek Lamongan Kota sangat mengapresiasi semangat mahasiswa UMLA. Sinergi antara kepolisian dan civitas akademika adalah kunci dalam menjaga stabilitas di Lamongan. Kami berharap nilai-nilai yang disampaikan Bapak Kapolres dapat menjadi bekal berharga bagi adik-adik mahasiswa dalam mengarungi dinamika organisasi dan sosial ke depannya,” tutur Kompol M. Fadelan.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.15 hingga 11.00 WIB ini diakhiri dengan sesi dialogis yang hangat. Mahasiswa tampak antusias menyambut pesan Kapolres, menunjukkan komitmen generasi muda Lamongan untuk terus belajar dan berkontribusi nyata bagi bangsa. Dengan semangat “Ayo Jogo Lamongan”, kolaborasi antara aparat keamanan dan akademisi ini diharapkan terus terjalin harmonis demi terciptanya generasi emas yang berintegritas dan visioner.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2